Putusan Yasonna Bikin Jokowi Tak Happy

27d355d0-5fe1-4f9c-b46b-5697e450c843_169

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk berpendapat keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly yang mengesahkan kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono bisa membuat Presiden Joko Widodo tidak senang.

Menurut Hamdi, ada beberapa hal yang membuat Presiden Jokowi tak sejalan dengan keputusan Yasonna di antaranya yaitu keputusan tersebut berpotensi membuat hubungan Jokowi dengan pihak Koalisi Merah Putih menjadi renggang. “Jadi Jokowi tidak happy dengan keputusan Yasonna itu,” ujar Hamdi saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (25/3).

Hamdi mengatakan, belakangan ini Jokowi menjalin hubungan yang baik dengan KMP melalui perantara Luhut Pandjaitan yang memiliki kedekatan dengan Aburizal Bakrie (Ical). “Terbukti KMP dan DPR selama ini bisa ditundukkan Jokowi karena hal tersebut. Ical selama ini kan menjadi motornya KMP,” kata Hamdi.

Adapun dengan Agung Laksono, ujar Hamdi, memiliki kedekatan bukan dengan Jokowi tapi dengan Jusuf Kalla, Megawati, dan juga Surya Paloh. “Agung itu sejak dulu dekatnya bukan dengan Jokowi tapi pada JK,” ucap Hamdi. “Enggak ada untungnya buat Jokowi kalau membela mati-matian Agung,” lanjut dia.

Hamdi melanjutkan, faktor lain yang membuat Jokowi tak bahagia dengan keputusan Yasonna karena Yasonna sebelum membuat keputusan tidak terlebih dulu berkomunikasi dengan Jokowi. “Kan Yasonna diketahui melapor ke Jokowinya setelah dia membuat keputusan yang mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Agung,” kata Hamdi. “Jadi Yasonna membuat keputusan dulu baru setelah itu melapor ke Jokowi.”

Hamdi menegaskan, untuk partai sebesar Golkar Presiden Jokowi pasti menaruh perhatian dan minat yang besar karena Partai Golkar memiliki pengaruh terhadap pemerintahan Jokowi. “Dengan keputusan yang Yasonna yang menguntungkan Agung itu membuat lobi-lobi Jokowi ke KMP selama ini menjadi buyar dan rusak. Keseimbangan antara Jokowi dengan KMP sekarang menjadi terganggu karena masalah Yasonna ini,” tambah Hamdi. (Baca: Golkar Ical: Ada Upaya Benturkan KMP dengan Jokowi)

Pandangan Hamdi tersebut sejalan dengan pernyataan politikus KMP Fahri Hamzah. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan keputusan Yasonna terkait Golkar mempersulit KMP. Bahkan Fahri terang-terangan menyatakan bahwa keputusan yang dibuat oleh Yasonna tersebut adalah sesuatu kesalahan yang fatal.

Politikus KMP lainnya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR yaitu Fadli Zon juga memprotes keras keputusan Yasonna tersebut. Ia juga meminta Presiden Jokowi memberikan penjelasan terkait keputusan Menkumham itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan, jika nyatanya putusan tersebut tak sesuai dan tidak sejalan dengan visi pemerintahan Jokowi maka Presiden perlu melakukan reshuffle terhadap Yasonna.