Problem Kapabilitas Menteri

Problem Kapabilitas Menteri
Pengungkapan Kesalahan Jero Wacik Tak Lantas Hapus Mafia Migas

JAKARTA – Penunjukan Jero Wacik menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2011 dinilai sebagai cikal bakal terjadinya dugaan penyelewengan di kementerian itu. Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tersebut tidak punya kapabilitas di sektor ESDM.

“Kesalahan Jero Wacik mungkin tidak seratus persen kesalahan dia. Namun, (lebih) karena dia tidak paham seluk-beluk proses migas (minyak dan gas) yang rumit membuat dia tak sadar kalau dia terpeleset,” ujar anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dewi Aryani, Sabtu (6/9).

Dewi menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bertajuk “Korupsi di Pusaran Migas” di Jakarta Selain Dewi, hadir pula sebagai pembicara dalam diskusi yang digelar oleh Sindo Trijaya Network itu anggota DPR Komisi VII dari Fraksi Partai Golkar, Satya W Yudha; Juru Bicara Kementerian ESDM Saleh Abdurahman; dan pengamat energi Hendrajit terkait dengan pemilihan pejabat yang kurang ahli di bidangnya, seperti kasus Jero Wacik, Dewi menilai sangat penting bagi presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menempatkan orang yang tepat di posisi tepat dalam kabinet nanti.

“Artinya memiliki kapasitas, kapabilitas, dan latar belakang ilmu yang sama dengan tugas kenjenterian. Integritasnya pun harus teruji,” kata Dewi.

Khusus di Kementerian ESDM, orang yang dipilih harus berani memberantas mafia migas mengingat bukan tidak mungkin mafia migas tetap ada saat Jokowi-JK berkuasa. Mafia ini, kan, banyak. Ada mafia yang berkuasa saat ini, sudah ada juga persiapan melahirkan anak mafia atau malah membentuk mafia baru,” katanya Namun, Dewi enggan menyebutkan siapa mafia migas itu dengan alasan tidak etis.

Hendrajit pun mengatakan, terungkapnya dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh Jerb Wacik tidak lantas menghilangkan mafiatigas. Ini karena Jero hanya satu bagian dari mafia migas yang lebih besar. Namun, dia tidak yakin Jokowi-JK bisa membasmi mafia tersebut karena ada orang-orang di lingkaran Jokowi-JK diduga juga terlibat.

Yang juga patut diwaspadai, menurut Hendrajit, dalam beberapa tahun terakhir, mafia migas berupaya membuat produk-produk hukum untuk melegalkan tindakan mereka Dengan kata lain, mafia migas tidak lagi menabrak sistem yang ada, tetapi mencoba mengubah sistem untuk kepentingan mereka.

Mineral dan batubara

Di samping mafia migas, Satya W Yudha mengingatkan, mafia juga muncul di sektor pertambangan mineral dan batubara Terkait dengan batubara, ia menyatakan, jumlah batubara yang diekspor ke Tiongkok menurut data pemerintah, misalnya, berbeda dengan jumlah batubara yang diterima Tiongkok berdasarkan data Pemerintah Tiongkok. “Kebocoran ini pun harus diselidiki,” ujarnya.

Saleh Abdurahman mengatakan, Kementerian ESDM sebenarnya sudah sangat hati-hati dalam menjalankan tugasnya guna mencegah penyelewengan anggaran dan kewenangan. Caranya dengan meminta bantuan inspektorat jenderal dan juga audit berkala oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Dengan kejadian Jero, Kementerian ESDM pun akan meneruskan proses pembenahan dan kontrol agar kasus serupa tidak terulang.

Menurut Dewi, rentetan kasus korupsi sektor migas seharusnya mendorong audit investigatif terhadap semua lembaga yang berkaitan dengan migas. “Korupsi di migas ini sudah menggurita Audit menyeluruh diperlukan untuk menemukan sumber-sumber kebocoran, membongkar mafia migas sekaligus untuk membenahi sistem di proses migas,” katanya Ia menambahkan, audit ini sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen. (APA)