Pemerintahan Blusukan

Pemerintahan Blusukan

PEMERINTAHAN di mana pun hadir pada hakikatnya untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Oleh karena itu, pemerintah pantang berkutat pada persoalan, tetapi pada penyelesaian.

Pemerintahan yang berkutat pada persoalan akan menjadikan pemerintahan tersebut bagian bahkan pangkal persoalan itu sendiri. Sebaliknya, pemerintahan yang berkonsentrasi menyelesaikan persoalan ialah pemerintahan yang kehadirannya membawa maslahat bagi rakyat.

Untuk dapat menyelesaikan persoalan, pejabat pemerintah harus mengetahui duduk persoalan sesungguhnya dengan hadir dan melihat langsung ke lapangan. Dalam bahasa yang populer sekarang, pejabat negara harus gemar blusukan.

Blusukan sesungguhnya bukan terminologi yang sama sekali baru. Di zaman Orde Baru, ada istilah turba, turun ke bawah. Istilah lain yang mirip ialah sidak, inspeksi mendadak. Namun, istilah turba dan sidak dinilai terlalu formal bahkan artifisial. Sebaliknya istilah blusukan dianggap lebih natural dan autentik.

Presiden Joko Widodo dikenal sebagai pejabat yang gemar blusukan. Sejak menjadi Wali Kota Surakarta, kemudian Gubernur DKI Jakarta, dan kini Presiden RI, Jokowi terbiasa menyambangi rakyat dengan segala persoalannya langsung ke lapangan.

Sepanjang dua pekan setelah dilantik sebagai presiden, Jokowi antara lain mendatangi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Di sana Presiden Jokowi menyaksikan langsung betapa perizinan di kementerian masih menjadi kendala birokrasi penanaman modal. Presiden pun memutuskan meniadakan perizinan investasi di kementerian sehingga perizinan bisa diurus di BKPM.

Presiden Jokowi juga mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatra Utara. Di sana Presiden memberi bantuan langsung kepada para pengungsi yang anggarannya dia sisihkan dari anggaran kepresidenan. Presiden juga memutuskan relokasi para pengungsi.
Para menteri di Kabinet Kerja tak mau ketinggalan. Dalam sepekan setelah dilantik, sejumlah menteri juga blusukan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi bertandang ke Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/10). Dia hendak memastikan struktur serta budaya kerja aparatur negara di daerah betul-betul bertujuan melayani masyarakat.

Para menteri blusukan tanpa mengenal waktu. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah blusukan ke sejumlah pasar di Jakarta, Sabtu (1/11) tengah malam. Lalu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan menyerahkan lebih dari 328 ribu sertifikat kepada masyarakat di Kantor Pertanahan Kota Administrasi, Jakarta Barat, Minggu (2/11).

Yang tak kalah hebatnya, Pembangkit Listrik Borang, Sumatra Selatan, yang sebelumnya biarpet akibat kehabisan pasokan gas, mulai beroperasi normal setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said turun langsung ke lokasi, Sabtu (1/11).

Kita menyaksikan blusukan Presiden dan para menteri ialah implementasi dari jargon kerja, kerja, dan kerja demi menyelesaikan berbagai persoalan. Dari situ, kita bisa mengatakan Kabinet Kerja bukan sekadar sebutan tanpa makna, melainkan juga energi untuk sungguh-sungguh bekerja demi rakyat. Dari situ pula rakyat betul-betul merasakan kehadiran negara.

Kita berharap, dalam kerja-kerjanya itu, pemerintah tak cuma hangat-hangat tahi ayam, tancap gas dahulu, kedodoran kemudian. Kita berharap Presiden, Wakil Presiden, dan kabinet konsisten bekerja hingga lima tahun masa pemerintahan agar rakyat terus merasakan kehadiran dan keberadaan negara.

Sumber