Menteri PPN: Legislatif dan Eksekutif Perlu Bahas Pembangunan Bersama

Menteri PPN Legislatif dan Eksekutif Perlu Bahas Pembangunan Bersama

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago ingin pemerintah dan legislatif membahas rencana pembangunan nasional bersama. Salah satunya adalah penyesuaian rencana pembangunan nasional.

“Tentang undang-undang yang ada untuk sistem perencanaan anggaran nasional, ataupun RPJP, mari kita (legislatif dan eksekutif) bahas bersama utk mencari titik lemah,” ujar Andrinof dalam rapat dengan Komite IV DPD RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

“Untuk sinkronkan program daerah dan pusat,” lanjut dia.

Andrinof mengatakan, ada tiga prioritas pembangunan pemerintahan Jokowi-JK. Pertama adalah pembangunan infrastruktur untuk produksi pangan, seperti irigasi dan infrastruktur terkait logistik pangan.

“Kita akan prioritas produksi pangan untuk menuju kedaulatan pangan. Sudah semakin banyak dan semakin beragamnya impor pangan,” terang Andrinof.

Kedua adalah infrastruktur kemaritiman. Selama ini program kemaritiman tidak menjadi fokus utama pembangunan nasional. Padahal, hampir dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut.

Terakhir adalah pembangunan terkait dengan energi. Paradoks seputar energi selalu berkutat di seputar kekurangan sumber daya minyak.

“Padahal gas dan batubara kita masih melimpah. Kita butuh infrastruktur untuk meningkatkan output energi,” ucap dia.

Selain itu PPN juga akan semakin fokus dalam pembangunan infrastuktur terkait pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Bangun technopark di Kabupaten, dan science park di provinsi. Ini untuk menciptakan daya saing Indonesia dengan menciptakan sumber daya yang kuat di teknologi dan ilmu pengetahuan,” tegas dia.

Sumber