Jokowi Minta Januari, Jonan Baru Studi Pembangunan Kereta Papua Mulai Juni

1311371jonan780x390

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai studi pembangunan prasarana kereta api di Papua Juni mendatang. Pelaksanaan studi ini molor dari yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. Akhir Desember tahun lalu, Jokowi meminta Jonan memulai studi Januari 2015.

“Saya kira studinya dimulai bulan Juni,” kata Jonan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Menurut dia, pembangunan prasarana kereta api di Papua ini meneruskan pembangunan prasarana kereta api dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Mengenai dana untuk pembangunan di Papua ini, Johan menyebut pemerintah akan menganggarkannya di APBN nanti. Belum ada rencana untuk menggaet investor asing untuk dilibatkan dalam proyek ini.

“Prasarananya untuk meneruskan kereta api di Sumatera, terus pembangunan kereta api di Kalimantan. Jadi mulai Pontianak sampai ke Balikpapan yah tahap satu dan juga Sulawesi. Papua itu pembangunan prasarananya dari APBN,” tutur Jonan.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan prasarana kereta api ini akan dimulai dari barat Indonesia terlebih dahulu karena lahannya dianggap lebih siap.

“Yang lebih siap tanahnya saja duluan, bukan studinya. Studi buat apa kalau enggak ada tanahnya,” tutur Jonan.

Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan menyampaikan pentingnya membangun prasarana kereta api di Papua. Menurut dia, tanpa sarana itu, komoditas dari pelabuhan tidak bisa didistribusikan kepada masyarakat yang tinggal di daratan yang lebih tinggi.