Ada Baiknya KIH dan KMP Berkonflik Sekarang

Ada Baiknya KIH dan KMP Berkonflik Sekarang

Jakarta: Pengamat politik dari Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sbastian Salang menilai, ada baiknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terbelah dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) berkonflik saat ini.

Menurutnya segala permasalahan yang diributkan kedua koalisi partai politik, lebih baik terjadi di awal pemerintahan dan segera dicari solusinya untuk proses bernegara selama lima tahun ke depan yang lebih baik lagi.

“Konflik ini juga ada hikmahnya, lebih baik ribut-ribut di awal, kemudian bisa diselesaikan. Daripada ribut di tengah jalan,” ujar Sbastian dalam dialog di 8-11 Show, Metro Tv, Rabu (5/11/2014).

Konflik soal perebutan kursi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) yang terjadi antara KIH dan KMP, menurutnya harus melahirkan solusi yang adil bagi kedua koalisi. Karena, menurutnya, KMP tak elok menguasai seluruh kursi pimpinan alat kelengkapan dewan setelah berhasil merebut kursi pimpinan MPR dan DPR.

“Enggak apa-apa ribut di awal, tapi harus ada akhirnya, harus memberi solusi yang lahir dari kesadaran. Menyelesaikan persoalan tidak untuk hari ini, tapi lima tahun ke depan,” tegasnya.

Dia mengharapkan KMP tidak serakah menyapu bersih seluruh kursi pimpinan alat kelengkapan dewan, KMP diharapkan mau melakukan pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan ulang dengan komposisi pimpinan dan wakil pimpinan alat kelengkapan dewan secara proporsional dari seluruh fraksi partai politik yang duduk di parlemen.

“Memang urusan AKD itu sudah ada kesepakatan tidak tertulis harus dibagi proporsional, sekarang ini kan memang agak berbeda, andai kata kesadaran itu dipertahankan, keributan ini tidak akan terjadi,” ungkap Sbastian, “kesadaran seperti ini yang penting ditunjukkan kembali, ini DPR bukan punya KMP atau KIH, karena kalau DPR buruk, bukan KMP atau KIH yang buruk tapi lembaga,” imbuhnya.

Sumber